Bantahan Resmi Redaksi Cakra Buana: Isu Pimred Siluman dan Berita Tak Berimbang Tidak Benar, Kabiro Muratara Andika Mundur Karena Tidak Profesional!
Muratara||BPK Berita PemberantasKorupsi
Menanggapi pemberitaan yang beredar pada Kamis (22/10/2026) terkait pengunduran diri Sdr. Andika alias Andre selaku Kabiro Cakra Buana wilayah Musi Rawas Utara (Muratara) dengan alasan kecewa berita tak berimbang dan Pimred Siluman, maka Redaksi Cakrabuana.id menyampaikan bantahan resmi sebagai berikut:
1. Berita Tetap Berimbang dan Sesuai UU Pers No 40 Tahun 1999
Redaksi Cakrabuana.id menegaskan bahwa seluruh berita yang terbit, termasuk berita investigasi dugaan Dana Desa fiktif Bingin Rupit dan dugaan mafia Solar SPBU 24.316.179 Terusan Karang Jaya Muratara, telah melalui mekanisme konfirmasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Setiap rilis berita selalu mencantumkan kalimat: Upaya konfirmasi telah dilayangkan kepada pihak terkait melalui WhatsApp lebih dari 1×24 jam hingga berita diterbitkan, namun belum memberikan jawaban. Cakrabuana.id membuka ruang Hak Jawab seluas-luasnya sesuai UU Pers No 40 Tahun 1999`.
Jika pihak narasumber tidak menjawab konfirmasi, maka berita tetap wajib diterbitkan demi kepentingan publik, bukan berarti tidak berimbang.
2. Isu Pimred Siluman Tidak Benar, Sunandi Adalah Pimred Sah
Redaksi membantah keras isu yang menyebutkan Sunandi adalah Pimred Siluman yang tidak jelas keberadaannya.
Bahwa Sdr. Sunandi adalah Kabiro Cakrabuana.id yang sah, terdaftar dalam struktur box redaksi, memiliki SK Pengangkatan, dan bertanggung jawab penuh atas seluruh produk jurnalistik Cakrabuana.id.
Alamat redaksi jelas berdomisili di Palembang, Sumatera Selatan. Tidak ada kewajiban Pimred harus bertemu langsung dengan Kabiro di lapangan, karena koordinasi redaksi selama ini dilakukan secara daring melalui WhatsApp Group Redaksi dan Zoom Meeting Redaksi, yang merupakan mekanisme kerja media modern.
Jika Sdr. Andika mengaku tidak mengenal Pimred-nya sendiri, justru itu menunjukkan ketidak profesionalannya sebagai Kabiro yang tidak pernah mengikuti rapat redaksi dan tidak aktif dalam grup redaksi.
3. Kabiro Muratara Dinilai Tidak Mampu Jalankan Tugas & Klarifikasi Lapangan
Fakta sebenarnya adalah, Sdr. Andika selaku Kabiro Muratara dinilai tidak mampu menjalankan tugas jurnalistik sebagaimana mestinya.
Dalam beberapa kasus investigasi besar di Muratara, termasuk dugaan Dana Desa Rp 198 Juta Desa Bingin Rupit dan mafia Solar SPBU 24.316.179 Terusan, Sdr. Andika tidak pernah mengirimkan laporan hasil konfirmasi lapangan kepada redaksi.
“Kami sudah minta Andika untuk konfirmasi ke Kades Bingin Rupit dan ke pengelola SPBU 24.316.179 serta ke Polres Muratara, tapi tidak ada laporan. Tiba-tiba dia mengaku tidak tahu siapa yang mengirim berita.
Padahal berita itu dari Tim Investigasi http://Cakrabuana.id pusat berdasarkan laporan warga dan dokumen APBDes serta bukti lapangan yang kami kantongi,” ungkap Pimred Sunandi melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi.
Redaksi menilai, ketidakmampuan Kabiro untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi di lapangan justru yang membuat berita terkesan `tanpa konfirmasi`, bukan kesalahan redaksi.
4. Pengunduran Diri Adalah Hak Pribadi, Bukan Karena Intervensi
Redaksi http://Cakrabuana.id menghormati keputusan Sdr. Andika yang mengundurkan diri dari Cakra Buana maupun Rajawali per tanggal 22 Oktober 2026.
Pengunduran diri tersebut adalah hak pribadi Sdr. Andika dan tidak ada kaitannya dengan intervensi redaksi.
Redaksi tidak pernah memecat, justru Sdr. Andika yang memilih mundur karena merasa tidak mampu mengikuti ritme kerja investigasi yang ketat dan berisiko tinggi.
Mengenai anggota atas nama NADI di wilayah Muratara, statusnya tetap aktif dan masih menjadi bagian dari Cakrabuana.id sampai ada keputusan resmi dari redaksi.
5. Komitmen Cakrabuana.id Tetap Independen
Redaksi Cakrabuana.id menegaskan komitmen untuk tetap independen, profesional, dan tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun, termasuk oleh oknum yang diduga tidak senang dengan pemberitaan investigasi Dana Desa dan mafia Solar di Muratara.
Redaksi menduga, isu pengunduran diri yang dibarengi dengan narasi `Pimred Siluman` dan `Berita Tak Berimbang` ini sengaja digoreng oleh pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dengan pemberitaan Cakrabuana.id di Muratara untuk mendiskreditkan media.
Cakrabuana.id tetap membuka ruang Hak Jawab dan akan terus mengawal kasus dugaan Dana Desa fiktif Bingin Rupit Rp 198 Juta dan dugaan mafia Solar SPBU 24.316.179 Terusan Karang Jaya Muratara sampai tuntas.
Staff Redaksi Media BPK Berita PemberantasKorupsi mengkonfirmasi terhadap Wakil Pimpinan Redaksi Media Cakrabuana.id Kamis 22 Oktober 2026
Menurut,Wakil Redaksi Media Cakrabuana.id, menanggapi adanya Prihal di atas hanya ada satu satunya Pimpinan Redaksi Media Cakrabuana.id yang berkedudukan di Jawa Barat, untuk di daerah daerah Dan Provinsi adalah Ka-Perwil Wilayah dan Ka-Biro Perkabupaten/Kota.
Demikian bantahan resmi ini disampaikan agar publik tidak salah paham dan menjadi terang.
Hormat Kami,
Redaksi Cakrabuana.id
