DIDUGA JADI KORBAN PERSELINGKUHAN, JUMARTI MALAH DIARAK DAN DIUSIR OKNUM ORMAS SAAT MINTA KEADILAN KE POLISI
Kab, Kolaka||BPK Berita PemberantasKorupsiÂ
Seorang perempuan bernama Jumarti menjadi korban arak-arakan oknum ormas saat berupaya mencari keadilan ke pihak kepolisian.
Jumarti menduga suaminya berselingkuh dengan seorang perempuan yang diketahui anak dari anggota organisasi masyarakat di Pomala.
Kekecewaan dan tuntutan keadilan itu ia sampaikan dengan mendatangi Polsek Pomalaa.
Setelah itu 2 aparat polisi mendatangi kediaman Jumarti untuk memberitahukan kalau ada yang melaporkan dia.
Dari pembicaraan itu pihak polisi memberikan 2 pilihan mau DAMAI atau TIDAKÂ ? Dan Jumarti mengatakan tidak mau damai.
Akhirnya Si M melaporkan langsung di polres Kolaka Dan laporan itu butuh waktu untuk di tindak lanjuti.
Namun dari pihak Si M menganggap pihak polisi terlalu lambat menangani laporannya.
Jadi pihak si M mengajak keluarga beserta rombongan ormasnya untuk mendatangi Jumarti di kediamannya.
Di Jam 10 malam mereka membuat keributan sambil memaksa Jumarti untuk ikut ke Kantor Polsek pomala.
Jumarti di tarik paksa untuk ikut, Diarak, Diludahi, Hingga Diusir
Di tengah prosesnya melakukan siaran langsung untuk meminta perlindungan, Jumarti justru didatangi sekelompok orang yang merasa tersinggung. Rumahnya pun digeruduk.
Dalam insiden itu, Jumarti mengaku diludahi oleh SI M.Â
Lebih ironis lagi, orang tua dari pelaku pengerudukan tersebut justru mengeluarkan ucapan bernada pengusiran.
kamu cuma pendatang disini.kamu sa akan pulangkan di Kampungmu di selatan.
Pernyataan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang tentang HAM dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Minta Kapolres Turun Tangan
Hingga berita ini diturunkan, Jumarti masih menuntut adanya kepastian hukum dan perlindungan dari pihak kepolisian.
Pihak media mendesak Kapolres Kolaka segera menindaklanjuti laporan JUMARTI dan segera memproses semua pihak yang terlibat dalam pengerudukan, penghinaan, serta ujaran pengusiran tersebut.
Negara tidak boleh kalah terhadap main hakim sendiri dan tindakan diskriminatif terhadap warga yang sedang mencari keadilan.
Bahkan di ujung vidio seorang wanita pun berteriak bakar saja bakar’…
(Pewarta : Irwan Kumala)
